The Center for International Forestry Research (CIFOR and World Agroforestry (ICRAF) joined forces in 2019, leveraging a combined 65 years’ experience in research on the role of forests and trees in solving critical global challenges.
Alih guna lahan lahan hutan menjadi agroforestri berbasis kopi, menurunkan ketebalan scresali, cadangan C dan kandungan bahan organik tanah (BOT) karena adanya perubahan komposisi tanaman dan pengolahan tanah yang intensif. Penurunan BOT secara gradual juga rncnyebabkan eadangan C turun. Cadangan C (C-stock) merupakan jumlah total C dan seluruh komponen biomasa (bagian tanaman yang masih hidup) dan nekromasa (hagian tanaman yang telah mati) yang berada di perrnukaan tanah maupun di dalam tanah (akar, tanah dan organisma). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur ketebalan ser esah dan cadangan karbon pada lahan berlereng di berbagai sistem penggunaan lahan di Sumberjaya. Penelitian ini dilakukan di dusun Bodong dan Simpangsari. Kecamatan Surnberjaya. Lampung Barat. Beberapa sistem penggunaan lahan yang diukur adalah (a) hutan alaini kontrol, (b) kopi monokultur, (c) kopi dengan naungan (Ñythrina (dadap) atau Gliricidia (kayu hujan)) dan (d) kopi multistrata (naungannya selain dadap dan kayu hujan jiiga ada pohon buah-buahan dan pohon penghasil kayu). Lahan agrofòrestri yang dipilih adalah milik petani, dimana pohon kopinya telah berurnur minimal 7 tahun. Lahan dipilih dan bcberapa tempat dan berbagai kelas keiniringan lahan yaitu (a) datar (0-10), (b) sedang (10-30°) dan (c) curam > 30”. Flasil yang diperoleb menunjukkan bahwa terdapat perhedaan ketebalan seresah yang nyata (p<O.05) dan berbagai sistem penggunaan lalum, sedangkan faktor kelerengan tidak berpengaruh nyata.. Perubahan sistem pengguna.an lahan hutan menjadi agroforestry berbasis kopi, menyebabkan ketebalan seresah menurun sekitar 36 - 56 % dan kondisi hutan. penurunan tertinggi terdapat pada kopi monokultur, cadangan C di atas permukaan tanah menurun dan 196 Mg ha' (hutan ) menjadi 34 Mg ha (kopi inultistrata), 23 Mg ha” (kopi naungan) dan 7 Mg ha (kopi monokultur). Kandungan BOT terkoreksi (C org/C-ref) di hutan sekitar 0.7 yang berarti kandungan BOT di hutan pun telah mengalarni penuru.nan dan kondisi aslinya. Kondisi BOT ini menurun hingga 0.25 bila Ithan dikonversikan ke sistem kopi multistrata. tetapi bila dikonversikan ke sistem kopi monokultur maka C-org/C-ref menjadi sekitar 0.1. Ini berarti tan ah hutan telah kehilangan C sehesar 1.37 % atau sekitar 37 ton has.