The Center for International Forestry Research (CIFOR and World Agroforestry (ICRAF) joined forces in 2019, leveraging a combined 65 years’ experience in research on the role of forests and trees in solving critical global challenges.
Indonesia merupakan negara terbesar ketiga yang mempunyai hutan tropis terluas di dunia dan memiliki peringkat pertama di Asia Fasifik. Luas hutan hujan tropis Indonesia diperkirakan seluas 1.148.400-an kilometer persegi yang mempunyai kekayaan hayati yang begitu besar mulai dari tambang, flora dan faunanya. Khusus dari hasil hutannya, hutan tropis Indone'sia mempunyai lebih kurang 400 spesies dipterocarp yang merupakan jenis kayu komersial yang paling berharga di Asia Tenggara. Melihat potensi yang begitu besar dari hasil hutan Indonesia, tidak salah apabila pemerintah menjadikan sektor kehutanan menjadi salah satu sumber devisa negara yang utama untuk menunjang pertumbuhan ekonomi bangsa. Namun sumbangan yang besar itu tidak diimbangi dengan pemeliharaan lingkungan yang berkelanjutan. Dimana-mana dilakukan ekploitasi besar-besaran terhadap potensi hutan Indonesia, bahkan hutan lindung/konservasipun yang seharusnya menjadi kewasan konservasi dan pemeliharaan lingkungan tidak bisa terhindar dari keserakahan para pemodal besar yang semata-mata hanya mengeruk keuntungan yang besar. Di tengah gencarnya pengrusakan hutan baik legal maupun illegal, Paninggahan yang merupakan salah sate nagari yang ada di pinggir Danau Singkarak memiliki luas wilayah 102,50 Km 2 dengan jumlah penduduk 11.827 orang, memiliki hutan seluas 3848 ha atau 37,54 % dari luas nagari. Hutannya masih terjaga dengan baik, keragaman hayati yang masih tinggi dan kuantitas dan kualitas yang relative stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai lokal yang ada dalam masyarakat nagari Paningggahan dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan, mendiskripsikan nilai-nilai yang ada dan implikasi saat ini dan mengetahui usaha-usaha apa saja yang dilakukan oleh lembaga lokal dalam upaya pelestarian hutan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif tanpa menggunakan perhitungan statistic. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau pelaku yang dapat diamati. Disamping itu penelitian ini juga melakukan observasi di lapangan untuk mengumpulkan data tentang tindakan dan prilaku masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan hutan serta implikasinya terhadap kelestarian lingkungan. Pengambilan informan dilakukan secara purposive, yang terdiri dari anggota Kerapatan Adat Nagari (KAN) yaitu 2 orang Penghulu (Datuk) dan 3 orang Manti, 1 orang Pandito, 1 orang dari anggota BMN, Mantan Wali Nagari Paninggahan, 7 orang dari masyarakat pemanfaat hutan serta I orang pengurus Bundo Kanduang dan I orang motivator pertanian Dari hasil wawancara dan observasi dilapangan serta dokumentasi nagari, terdapat nilai-nilai yang dipahami dan dipatuhi serta diwarisi secara turun temurun dalam masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan, adanya usaha-usaha dari lembaga yang di tingkat lokal dalam upaya menjaga dan melestarikan sumberdaya alam terutama hutan. Adapun implikasinya pada saat ini adalah kondisi hutan yang relatif terjaga, keanekaragaman hayati tinggi serta kuantitas dan kulitas air yang relatif stabil.